Pages

Rabu, 13 Juli 2011

Inilah Akhir Perdebatan Punahnya Dinosaurus

Palaeontologis di seluruh dunia akhirnya bisa mengakhiri perdebatan sengit selama 30 tahun terakhir seputar teori yang menyebabkan punahnya dinosaurus dari muka Bumi.

Sejauh ini, ada dua teori bagaimana punahnya dinosaurus. Teori pertama, dinosaurus sudah punah secara bertahap jauh sebelum hantaman batu raksasa pada planet ini sekitar 65 juta tahun lalu. Penyebabnya adalah pemanasan global dan kenaikan permukaan air laut.

Teori kedua menyebutkan, meteor yang jatuh di Semenanjung Yucatan, di kawasan tenggara Meksiko itulah yang memicu kepunahan massal. Meteor ini menyebabkan kebakaran raksasa, melontarkan serpihan debu ke langit dan memblokir sinar matahari selama ratusan juta tahun. 

Ilmuwan: Monster Laut Benar-benar Ada


 Monster laut seperti yang dideskripsikan dalam kisah-kisah pelaut kuno, bukan berarti sepenuhnya mitos. Sejumlah ilmuwan mengklaim, mahluk itu nyata. Meski, penampakan mereka tak seperti yang digambarkan Film 'Jurassic Park', tak mirip mahluk prasejarah.

Para ilmuwan mendiskusikan kemungkinan adanya mahluk raksasa di dalam laut yang belum ditemui dalam ajang Zoological Society of London (ZSL). Salah satu pembicara adalah  ilmuwan palaeontolog, Dr Darren Naish. "Sejumlah penampakan 'monster laut' yang dilaporkan tidak semuanya bisa dikatakan sebagai salah tafsir, ketidaktahuan, atau hoaxalias kabar bohong," kata dia seperti dimuatDaily Mail, Selasa 12 Juli 2011.

Rabu, 06 Juli 2011

Teori Baru Punahnya Nenek Moyang


Sebuah studi yang diketuai oleh Etty Indriati, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia melakukan investigasi dari dua situs di sungai Bengawan Solo. Dari penelitian, disimpulkan bahwa Homo erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia modern.

Temuan ini memunculkan keraguan pada teori evolusi manusia sebelumnya dan mengindikasikan bahwa nenek moyang manusia modern itu punah jauh lebih awal dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Kamis, 30 Juni 2011

'Kota Misterius' Muncul di Atas Sungai China

Pemandangan menakjubkan muncul di China pada awal bulan ini. Sebuah kota misterius muncul di atas Sungai Xin'an.

Kehidupan Laut di Ambang Kepunahan Massal

Kehidupan di laut berada dalam risiko akan kepunahan massal terbesar dalam jutaaan tahun terakhir akibat berbagai ancaman yang ditimbulkan manusia. Ancaman tersebut antara lain adalah penangkapan ikan secara berlebihan, perubahan iklim, dan limbah yang mengalir ke laut.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh International Programme on the State of the Ocean (IPSO), kita mulai kehabisan waktu untuk mengatasi bahaya misalnya hancurnya kehidupan karang atau penyebaran “zona mati” atau kawasan rendah oksigen.

Gagak Wariskan 'Dendam' pada Keturunannya

Sebuah penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan bahwa burung gagak bisa mengingat mana ‘manusia yang berbahaya’ bagi keselamatannya.

Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.

Menurut John Marzluff, profesor dari University of Washington, kemampuan ini telah membantu spesies itu beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia.

“Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan berubah-ubah,” kata Marzluff, seperti dikutip dari ABC, 30 Juni 2011. “Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan,” ucapnya.

Astronom Temukan Quasar Terjauh


Astronom berhasil mendeteksi quasar yang sampai saat ini merupakan quasar terjauh yang berhasil ditemukan. Menurut para peneliti Inggris, temuan ini bisa menghadirkan informasi seputar bagaimana kehidupan di awal terciptanya alam semesta.

Sebagai informasi, quasar atau quasi-stellar radio source merupakan inti galaksi yang sangat aktif dan penuh energi. Ia memancarkan cahaya yang sangat terang.

Simon Dye, astronom asal University of Nottingham menyebutkan, quasar yang sangat langka ini diperkuat oleh black hole yang memiliki massa sekitar 2 miliar kali lipat dibandingkan dengan Matahari. Ia juga merupakan obyek yang paling terang yang berhasil ditemukan dari masa di mana alam semesta baru berusia 800 juta tahun.

Selasa, 03 Mei 2011

Voyager Siap Masuki Ruang Antar Bintang

 Setelah lebih dari 30 tahun meninggalkan Bumi, dua satelit kembar Voyager milik NASA kini sudah tiba di ujung tata surya. Kedua satelit yang misi utamanya sebenarnya telah berakhir pada tahun 1980 dan 1989 lalu itu, kini siap memasuki ruang antar bintang (interstellar space).

“Sangat luar biasa,” kata Ed Stone, Voyager Project Scientist asal California Institute of Technology yang telah memantau misi Voyager sejak tahun 1972, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 2 Mei 2011. “Selama ini, Voyager 1 dan 2 selalu menghasilkan penemuan baru. Setiap temuan mengubah cara pandang kita terhadap dunia lain,” ucapnya.

Teleskop Spitzer Ungkap Galaksi Tersembunyi

Maffei 2 merupakan sebuah galaksi yang memancarkan sinar infra merah. Sayangnya, galaksi ini nyaris tidak bisa dilihat dengan teleskop optik biasa. Pasalnya, awan debu tebal yang ada di galaksi Bima Sakti menghalangi pandangan kita hingga 99,5 persen untuk melihat galaksi itu.

Namun demikian, Spitzer Space Telescope milik NASA berhasil menembus awan debu Bima Sakti untuk menampilkan penampakan keindahan galaksi tersebut.

Adalah Paolo Maffei, astronom pertama yang mendapati keberadaan galaksi Maffei dan Maffei 2 saat menemukan titik misterius pada plat fotografi infra merah tahun 1968 lalu. Baru empat bulan kemudian ia mengidentifikasi objek aneh itu sebagai sebuah galaksi, yang kini menggunakan namanya.

Minggu, 01 Mei 2011


Ini adalah bintang-bintang tercepat di jagad raya. Para peneliti memanggilnya sebagai Bintang Putar atau Spinstars. Putaran rotasi mereka mencapai lebih dari sejuta mil per jam atau 1,6 juta km per jam.
Menurut para peneliti dari Institute for Astrophysics dari Potsdam, Jerman, bintang ini terbentuk 13,7 miliar tahun lalu setelah dentuman besar dan pernah menjadi bintang yang sangat besar.
Bahkan ukuran massanya sampai delapan kali lebih besar daripada massa matahari kita. Namun, karena bintang raksasa yang terbuat dari gas hidrogen dan helium ini memiliki masa hidup yang singkat, ia mati muda.